RI-64
Custom Search

Ngantuk, antara Cibinong - Grogol

Monday, February 2, 2009

Jam 10 pagi… aku naik bus Mayasari Bhakti AC43 jurusan Cibinong – Grogol..
Seperti biasa, minggu pagi dari arah Cibinong gak terlalu rame. Aku duduk di deretan kursi depan baris ke 4.
Agak ngantuk dikit seh, karena semalaman baru tidur sekitar jam 2an… maklum ngikuti team kesayangan Manchester United bertanding lawan Everton.. menang dong 1-0.
Udara yang kebetulan agak mendung dan semalaman juga sedikit hujan benar – benar mendukung rasa kantuk. Ditambah AC bis yang semilir..makin berat aja neh mata.
Perlahan bis mulai bergerak keluar dari terminal bus Cibinong… dan mulai juga beberapa penumpang mulai naik dan bertambah jumlahnya.

Singkatnya, bis udah agak penuh sesampai didepan gerbang tol Citeureup. Bis pun melaju memasuki tol Jagorawi kearah Jakarta.
Baru beberapa saat, aku mulai menyandarkan kepala ke kursi…ngantuk..
Kaget setengah mati… seorang pengamen berdiri tepat disampingku dan mulai memetik senar gitarnya…dan berteriak – teriak menyanyikan lagu Sepanjang jalan kenangan..
Jengkel…iba..kheki bercampur jadi satu.
Jengkel.. kantuk gak bisa terobati barang sejenak karena bising dengan suara gitar dan suara pengamen yang sok merdu.
Iba … dilihat dari umur, sekitar 35 tahunan.. punya 2 orang anak yang masih sekolah di SD… dan dia harus mencari biaya hidup dan sekolah anak – anaknya dengan mengamen.
Kheki… kantuk bener – bener gak kompromi.

Habis menyayikan beberapa lagu, yang semuanya lagu – lagu lama kenangan bapak / ibu ku… pengamen itu mulai mengedarkan kantongnya untuk minta sekedar uang receh dari para penumpang.
Beberapa penumpang memberikan uang recehnya, dan sebagian besar cuma mengangkat tangan tanda “maaf”. Saat itu dia Cuma dapat sekitar 3 ribu rupiah..lumayan.
aku tidak tau, berapa rupiah yang dapat dia dapat seharian ini, dan berapa rupiah yang dia bawa pulang untuk anak istrinya.

Beberapa saat bis pun berhenti di halte Komdak untuk menurunkan beberapa penumpang yang akan meneruskan perjalanan ke tempat tujuan, turun pula bapak pengamen itu.
Dan bis bergerak perlahan meneruskan ke tujuan akhir di Grogol – Jakarta Barat.
Melompat masuk 2 orang anak muda dengan pakaian dan dandanan ala harajuku… mereka juga membawa gitar, harmonika dan tamborin… pengamen…
Aku tidak tahu, apa motif anak – anak muda ini menjadi pengamen.. untuk uang jajankah, for fun, atau untuk judi dan drug ?
Yang jelas, mereka mengatakan susah jaman sekarang untuk mencari pekerjaan, dimana – mana selalu “TIDAK ADA LOWONGAN”. Benar juga kalau dipikir – pikir.
Apalagi dengan modal pendidikan yang rendah dan tidak mempunyai keahlian khusus, makin sulit untuk bersaing di kota Megapolitan seperti Jakarta ini. Keahlian mereka saat ini hanyalah memetik gitar dan menyanyi..meskipun dengan suara yang pas – pasan.
Dengan mendapat Rp. 500 – Rp.1000 dari penumpang, lumayan buat mereka.

Benar sekali, dengan krisis global yang melanda perekonomian dunia, banyak sekali perusahaan yang mengurangi jumlah karyawannya, dan malah banyak juga yang tutup.
Perusahaan internasional seperti DHL, GM, NEC dan sebagainya…sudah mengurangi ribuan karyawannya….dan juga termasuk perusahaan tempatku bekerja.
Ngelantur deh…ikut – ikutan jadi pengamat ekonomi.. sok..

Sudah ah… udah nyampe Grogol, aku harus pindah naik angkot lagi ke ITC Roxy Mas…benerin HP yang rusak… tidurnya ntar aja kalo sudah sampe rumah.

Ciao..ciao…

Posted by Yudie at 11:44 AM  

0 comments:

Post a Comment