RI-64
Custom Search

KILAU JEMBATAN AMPERA

Thursday, June 4, 2009

Ide untuk menulis tentang Jembatan Ampera ini berawal dari award yang aku terima dari Mbak Elly – Newsoul tanggal 2 Juni kemarin, sebuah foto Jembatan Ampera yang bersejarah dan bahkan aku sendiri belum pernah kesana, seperti gambar disamping ini. Fotonya diambil pas malam tahun baru 2009, bener kan Mbak Elly? Mbak Elly tinggal di kota empek-empek ini, jadi pas kirim award ini sekalian mbak Elly bagi-bagi sarapan, ada tekwan, sup bakso ikan, srikaya ketan, rujak mie dan empek-empek lenggang dan tentu saja ada teh anget ama kopi juga....wwoooww sedaappp ..maknyuusss dah pokoknya….makasih banget sarapannya Mbak Elly, masih ada gak Mbak?

Artikel berikut aku ambil dari wikipedia dan beberapa sumber, mohon maaf dan koreksi bila ada yang salah...

Jembatan Ampera adalah sebuah jembatan di kota Palembang Propinsi Sumatera Selatan. Jembatan Ampera, yang telah menjadi semacam lambang kota, terletak di tengah-tengah kota Palembang, menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Kalo gak salah aku pernah lihat acara kuliner di TV yang menceritakan tentang kehidupan disungai Musi dengan restoran apungnya.. keren dong yaaa...

Jembatan Ampera ini mempunyai panjang 1.117 m, sedangkan dibagian tengahnya mempunyai panjang 71,90 m. Lebar jembatan sekitar 22 M dan Tinggi 11.5 M dari permukaan air. Jarak antar menara sekitar 75 M dengan tinggi menara 63 M dari permukaan tanah, dan total berat jembatan sekitar 944 ton.

Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan itu sebagai bentuk penghormatan pada mantan Presiden RI pertama itu.. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara (mungkin nanti ada Jembatan Suramadu yaaa.. yg akan segera diresmikan). Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, maka nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit.Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya. Dan pada tahun 1990, kedua bandul pemberat di menara jembatan ini diturunkan untuk menghindari jatuhnya kedua beban pemberat itu.

Sekitar tahun 2002, ada wacana untuk mengembalikan nama Bung Karno sebagai nama Jembatan Ampera ini. Tapi usulan ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah dan sebagian masyarakat Palembang. Dan sampai saat ini nama Jembatan Ampera melekat pada simbol kota empek-empek Palembang ini.

Posted by Yudie at 11:38 AM  

20 comments:

Wooow awardnya di bungkus dengan kisahnya...hebat nih mas yudhie....selamat ya...

buwel said...
June 4, 2009 at 1:00 PM  

makasih boss Buwel... belajar dari si boss...tapi aku gak bisa bikin puisi..hehehee

Yudie said...
June 4, 2009 at 1:05 PM  

Nah ini yang hebat dari mas Yudie, menampilkan ptofil Jembatan Ampera dari award tersebut. Kreatif sekali. Kilaunya memang indah. Jadi tambah indah di blog ini, seakan memanggil-manggil saya.

Newsoul said...
June 4, 2009 at 2:52 PM  

waduh udah lama banget gak ke palembang. biasa kalau pulang bangka lewat palembang dulu sekarang lewat jakarta

edylaw said...
June 4, 2009 at 2:59 PM  

wah keren jembatannya, pengen liat langsung..

anggaarie said...
June 4, 2009 at 3:08 PM  

@Mbak Elly, Mas Eddylaw, Mas Angga : aku blom pernah ke Palembang.. hehehe..pengen juga seh kesana, tp waktunya susah neehh...

Yudie said...
June 4, 2009 at 3:37 PM  

Baru saya tahu kalau ampera adalah amanat penderitaan rakyat. Selamat atas awardnya dan makasih atas infonya :)

ana said...
June 4, 2009 at 3:38 PM  

Jadi kepengen jalan2 kepalembang lagi...

Dinoe said...
June 4, 2009 at 6:00 PM  

Mas Yudie pinter utk menyambung award dan sejarah Jembatan Ampera !! Hebat deh...
Aku jadi pengen ke Palembang nih. Siapa ya yang mau ngajak aku kesana ?

reni said...
June 4, 2009 at 6:57 PM  

Keren mas jembatannya, jadi inget golden gate, persis juga dengan golden gate yah..... selamat awardnya

Tukang komen said...
June 4, 2009 at 7:11 PM  

hai mas yudie jembatan yg bagus

ajie said...
June 4, 2009 at 8:00 PM  

wah..
pertama-tama henny mo ngucapin terima kasih sama mas yudhie yang udah mau repot-repot mengupas lebih detail tentang jembatan ampera. kota ini kota kelahiran henny juga
kedua..
terima kasih lagi.
itu aja ^^

June 4, 2009 at 9:15 PM  

selamat malam yu kita sama sama dukung prita yang teraniaya oleh rumah sakit di tunggu dukungannya

bunga raya said...
June 5, 2009 at 2:40 AM  

wah...heren euy landscapenya.....

kangtatang

kang tatang said...
June 5, 2009 at 9:09 AM  

postingan bagus..jadi banyak tahu mengenai jembatan ampera

franky said...
June 5, 2009 at 9:16 AM  

artikel yang keren, salam dari wong palembang

Shikamaruken said...
June 5, 2009 at 9:50 AM  

saya suka dgn empek2 palembang...rasanya mantap..

Dinoe said...
June 5, 2009 at 3:19 PM  

Award banyak buanget nih,.... semangat teyus,... salam kenal.

June 6, 2009 at 8:58 AM  

Wah info yang bagus sahabat, jadi pengen kesana..

surewi wardrobe said...
June 7, 2009 at 1:38 PM  

wah aku jadi pengen ke sana,huhuhu...tp jauhhhhh..
btw blognya aku follow yahhh. makasihh

Dunia Polar said...
June 7, 2009 at 10:02 PM  

Post a Comment