RI-64
Custom Search

TUGU KUJANG - BOGOR

Monday, July 20, 2009

Tugu Kujang di kota Bogor, pasti setiap orang sudah mengenalnya, terutama bagi warga Jawa Barat khususnya. Tugu ini terletak di Jalan Pajajaran didepan Botanical Square yang bersebelahan dengan kampus IPB, dan diujung jalan dari Kebun Raya Bogor. Tugu yang berdiri kokoh ini merupakan lambang bagi kota Bogor sebagaimana layaknya pada kota-kota lainnya di Indonesia. Tugu setinggi kira-kira 25 M ini dibangun pada 4 Mei 1982 diatas sebuah lahan seluas 26M x 23M dan diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp. 80jt.
(fotonya kurang jelas, diambil dengan kamera HP)

Nama Kujang sendiri diambil dari nama sebuah senjata pusaka tradisional etnis Sunda yang diyakini memiliki kekuatan gaib. Pusaka Kujang itu sendiri sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Pajajaran pada abad ke-14 Masehi, di masa pemerintahan Prabu Siliwangi.
Di masa lalu Kujang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Sunda karena fungsinya sebagai peralatan pertanian. Pernyataan ini tertera dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian (1518 M) maupun tradisi lisan yang berkembang di beberapa daerah diantaranya di daerah Rancah, Ciamis. Bukti yang memperkuat pernyataan bahwa kujang sebagai peralatan berladang masih dapat kita saksikan hingga saat ini pada masyarakat Baduy, Banten dan Pancer Pangawinan di Sukabumi.

Dengan perkembangan kemajuan, teknologi, budaya, sosial dan ekonomi masyarakat Sunda, Kujang pun mengalami perkembangan dan pergeseran bentuk, fungsi dan makna. Dari sebuah peralatan pertanian, kujang berkembang menjadi sebuah benda yang memiliki karakter tersendiri dan cenderung menjadi senjata yang bernilai simbolik dan sakral. Wujud baru kujang tersebut seperti yang kita kenal saat ini diperkirakan lahir antara abad 9 sampai abad 12.

Pusaka atau senjata tradisional bagi masayarakat Jawa Barat itu, kemudian oleh masyarakat di Kota Bogor dijadikan sebagai lambang Kota Bogor dan untuk mengenangnya kini pusaka kujang juga diabadikan di sebuah tugu yang kini kita kenal dengan nama Tugu Kujang. Adapun ornamen berupa pusaka kujang yang berdiri kokoh di atas Tugu Kujang tersebut sebetulnya memiliki berat -+800 kg, dengan tinggi pusaka mencapai 7 m. Untuk mempercantik penampilan pusaka itu, juga dilapisi dengan bahan stainless steel, tembaga dan bahan kuningan.

Tugu Kujang tidak pernah kesepian, karena terletak pada persimpangan jalan yang padat. Tapi sayang terkadang terlalu kumuh dilihat karena banyaknya angkutan umum (angkot) yang ngetem disekitar lokasi tugu meskipun sudah sering dihalau petugas. Semoga Pemkot Bogor bisa lebih memperhatikan perawatan tugu ini yang merupakan kebanggaan dari warga Bogor.

Posted by Yudie at 12:17 AM  

18 comments:

Siip, saya juga bangga dengan Tugu Kujang meski bukanh wargta Bogor. Setuju, seharusnya tugu seperti ini lebih terawat.

Newsoul said...
July 20, 2009 at 5:52 AM  

Saksi sejarah...patut dilestarikan karena merupakan sumber sejarah yg tak tertulis...btw..tugunya sgt indah..saya jd kepengen melihatnya langsung

Dinoe said...
July 20, 2009 at 8:41 AM  

Mas Yudie, apa khabar? lama saya gak singgah rupanya, habis jalan2 yah...???

anazkia said...
July 20, 2009 at 9:24 AM  

waaahhh makasih neh infonya mas...jujur baru tahu neh tentang tugu kujang bogor.....makasih, dan setuju tuh ama pendapatnya mbak elly...heheheheh

buwel said...
July 20, 2009 at 10:47 AM  

hehm... kenapa gak dimulai dari diri kita sendiri... kenapa kita selalu mengharap orang lain *pemerintah* untuk melestarikan dan merawatnya... bukankah itu tugas kita bersama..????

RanggaGoBloG said...
July 20, 2009 at 12:01 PM  

Kenal satu lagi tugu di Indonesia nih. Skarang kalo ada kuis trivia yg nanyain nama tugu di bogor, aku pasti bisa jawab ;D.
Aku jagoin Rossi kemarin. Setelah deg2an bbrp kali, akhirnya gol juga ya.

eha said...
July 20, 2009 at 4:21 PM  

Aku berharap suatu saat berkesempatan datang ke Tugu Kujang yang pasti menjadi ciri dan kebanggaan kota Bogor.

reni said...
July 20, 2009 at 8:53 PM  

sering dilewati tapi biasanya justru paling tak dipedulikan keberadaannya

sama halnya dengan tempat saya Tugu Fisabilillah.. saat baru dibangun sungguh besar pemberitaannya tapi skrg terawat saja tidak...

banyak tangan2 jahil oi.. bikin bete

July 20, 2009 at 9:11 PM  

saya sepertinya pernah lewat ke tugu kujang deh, waktu itu nyasar, jadi masih ingat sama tugu tersebut :P

J O N K said...
July 20, 2009 at 9:38 PM  

apa kabar mas yudhie??
suka deh ngeliat review tentang salah satu kebanggaan kota bogor, sayangnya henny belum pernah liat secara langsung

July 20, 2009 at 10:21 PM  

wah, jadi inget pas masih kuliah di IPB Bogor dulu..
dulu kalo mau ngumpul, dan bingung dimana patokannya..paling gampang bilang: gue tunggu di tugu kujang..
saya rasa bogor selain identik dgn kota hujan, juga identik dgn tugu kujang..
kalo sekarang malah nambah..kota bogor identik dengan kota sejuta angkot..hehe..
thanks utk informasi mengenai tugu kujangnya ya..

July 21, 2009 at 4:00 PM  

@Mbak Elly : Bener Mbak..tengkyu..
@Mas Dinoe : Yuukk... maen aja ke Bogor Mas... ntar aku anter keliling deh...
@Mbak Ana : kabar baek mbak Ana... bukan abis jalan-jalan mbak... abis beresin kerjaan....
@Boss Buwel : tengkyu Boss....
@Mas Rangga : naaahhh...ini yang bener...setuju banget Mas..harus dari kita dulu....
@EHA : Rossi emang TOP dah....
@Bu Reni : datang dong Bu... deket pas banget diujung Kebun Raya Bogor lokasinya..
@Kak Ega : Bener Kak Ega, kadang kita melewati hal-hal kecil seperti itu...
@Jonk : hihihihhi..nyasar di Tugu Kujang Mas...
@Henny : Maen aja ke Bogor Mbak...
@Pak Budi : pasti kalo jaman sekarang gak gitu deh Pak janjiannya, bisa jadi gini : lu gw tunggu di starbucks Botani Square yaa...hahahahaha

Yudie said...
July 21, 2009 at 5:53 PM  

tambah satu lagi pengetahuan mengenai tuju kujang bogor.Pokoknya postingan mas Yudie oke-oke semua.Trims mas

franky said...
July 22, 2009 at 4:36 AM  

Ternyata Kujang itu nama pusaka ya, dan lalu dibuat nama tugu di Bogor. Setahuku kok pupuk Kujang ya? Thanks infonya, jd tau sedikit ttg Bogor meski belum pernah kesana.

Btw, masih super sibuk nih mas?

Fanda said...
July 22, 2009 at 2:24 PM  

tugu kujang, kapan ya bisa foto kesana

kang-dwi said...
July 22, 2009 at 3:21 PM  

soreeeeeeeeeeeeee mas yudhie.....

buwel said...
July 22, 2009 at 3:46 PM  

hah? dipakai untuk pertanian?
sejenis peralatan apa? cangkul, sabit atau pembajak hehe?

July 22, 2009 at 9:52 PM  

jangan-jangan ini review dari pemkot ya mas. digaji berapa nie xixixix *kabuurr *dilempar sendal

July 22, 2009 at 9:53 PM  

Post a Comment