RI-64
Custom Search

(umpama sebuah) KISAH ANAK ANJING

Saturday, May 30, 2009

Sungguh suatu hal yang kurang menyenangkan apabila pekerjaan yang kita kerjakan dengan susah payah mendapatkan hasil yang kurang maksimal. Bayangkan aja, udah dibelain lembur, balik terlambat, telat makan dan sebagainya. Ternyata masih juga apa yang dikerjakan berbuah hasil kurang sempurna. Aahhh jadi curhat neehh…

Ceritanya sekarang neh aku lagi sibuk nguberin kerjaan yang memang udah telat dari sononya (pembeli – red). Tapi gimanapun juga pembeli adalah raja... ya kan? Maka diuberinlah tuh design yang menumpuk. Dengan segenap tenaga dan pikiran semua bersatu untuk membuat target itu tercapai. Dari sekitar 200an design, baru 50an yang bisa kami kerjakan saat ini dan itupun harus segera dipresentasikan kepada pimpinan agar segera terealisasi ordernya. Entah karena udah capek, kurang istirahat ataupun apalah jadinya malah gak fokus..dduuhhh... apa yang kami presentasikan tidak berjalan sebagaimana biasanya, kurang sempurna. Memang sih, pimpinan masih bisa menerima dan memberikan apresiasi yang atas jerih payah kami, tetapi tetap aja kami merasa ada sesuatu yang hilang dari presentasi kali ini. Apakah itu ?

Kami kurang siap, kami kurang koordinasi, kami kurang menguasai apa yang akan kami presentasikan. Kami kurang mempersiapkan bahan presentasi yang memadai. Sehingga kami masih kelabakan dalam menerima setiap pertanyaan dari pimpinan.. dan kami harus bolak balik mengecek dari bahan yang satu ke bahan yang lain… gak lancar deh pokoknya.

Trus apa hubungannya sama anak anjing ?
Hehehehe…. aku hanya teringat oleh pesan dan wejangan mantan boss-ku dulu waktu masih kerja di Surabaya. Beliau seorang keturunan Chinese. Aku sangat menghormati beliau karena beliau memimpin perusahaan layaknya seorang bapak..bukan boss yang sangat berkuasa dan otoriter. Jika kami berbuat suatu kesalahan, beliau akan mengarahkannya, dan tak lupa memberikan wejangan-wejangan dengan memakai falsafah Cina. Diruangan kantornya banyak bertebaran pigura-pigura bertuliskan huruf China yang berisi kata-kata bijak (Chinese tontrem).
Aku teringat akan salah satu pesan dan wejangan beliau yang diibaratkan Kisah Anak Anjing sebagai berikut.

Seorang pembantu mendapatkan anjing peliharaan majikannya yang hamil tua sudah melahirkan, maka buru-burulah dia melapor pada majikannya.

Pembantu : Pak, anjingnya sudah melahirkan, anaknya ada 8 ekor…bagus-bagus dan lucu-lucu Pak (Betapa senang majikannya mendapat laporan tersebut.)
Majikan : oh yaaa… ? sukur deh, berarti harus disiapin tempat tidur baru yang hangat. 8 ekor ya? Trus anaknya yg jantan berapa dan yang betina berapa?
(Mendengar pertanyaan tersebut larilah si pembantu menuju kandang anjingnya. Trus dengan tergopoh-gopoh dia datang melaporkan kembali pada majikannya).
Pembantu : Ada 3 ekor jantan dan 5 ekor betina Pak..
Majikan : Bagus..bagus… berarti nanti anaknya yang betina bisa kita bagikan juga pada saudara-saudara yang lain..mereka pernah minta. Semuanya berekor panjang kaya induknya ?
(Lari lagi si pembantu tunggang langgang untuk melihat anak anjingnya lagi..).
Pembantu : Yang ekornya panjang ada 5 ekor, yang pendek 3 ekor Pak…
Majikan : ooohh lucunya, kata si majikan… warnanya apa aja? (Nah lho…lari lagi si pembantu ngecek… )
Pembantu : yang coklat ada 2, yang hitam ada 3, yang putih ada 3..

Dduuhhh sebelkan kalo harus bolak-balik hanya untuk mengecek hal-hal sepele seperti itu? Bukankah sebenarnya kita bisa mengecek semuanya dengan teliti sebelum membuat laporan, agar kita siap menghadapi setiap pertanyaan yang muncul. (sok perfect yaa.. ? )
Pelajaran yang sangat berharga bagiku… presentasi selanjutnya aku harus lebih siap..

Have a nice weekend….

Posted by Yudie at 12:31 PM  

14 comments:

Hahaha, kisah Anak Anjing yang sangat inspiratif mas. Intinya, kita harus menguasai apa yang kita lakukan, sedetail dan serinci mungkin, istilah orang dulu kita harus tau benar seluk beluknya, tau lubuk2nya. Nice posting mas Yudie.

Newsoul said...
May 30, 2009 at 2:29 PM  

Aku pernah mendengar cerita yg mirip cerita di atas. Bedanya setting cerita tentang orang-2 yang kerja di kapal. Tepatnya sih aku lupa, tapi intinya sih begini :
seorang pekerja kasar di kapal (si A) pernah merasa iri dengan seseorang pekerja di kapal yang mendapat posisi lebih tinggi darinya (si B).
Ternyata, hal tersebut diketahui oleh kapten kapal.
Suatu saat, sang kapten kapal meminta penjelasan tentang suatu hal. Untuk menjawabnya, si A harus beberapa kali ke lokasi untuk mencari jawabannya (seperti pembantu yg bolak balik melihat anak-2 anjing itu). Sementara, si B hanya perlu sekali melihat ke lokasi.
Setelah itu, sang kapten kapal menjelaskan bahwa karena si B memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari si A, maka si B layak mendapat posisi yang lebih tinggi.
Sejak itu, si A tidak pernah lagi merasa iri kepada si B.

Wah.., maaf komenku kepanjangan hehehe

reni said...
May 30, 2009 at 5:20 PM  

Kayaknya wkt si pembantu laporan ke bosnya, mas Yudie ngambil anak anjingnya 1 ekor ya? Kok tinggal 7 tuh (di gambar)...hehehe...
Tapi klo lg diburu waktu kita mmg suka melupakan hal2 kecil macam itu. Semoga mas Yudie doing best the next time deh... Namanya org, kadang sukses, kadang gagal. Itulah roda kehidupan.

Fanda said...
May 30, 2009 at 9:04 PM  

sangat inspiratif mas artikelnya...maknanya dalam mas

Dinoe said...
May 30, 2009 at 9:12 PM  

makasih iiahh buat kunjungannya.. tp etha lg gag bsa ngomong apa2 nii :(

etha said...
May 31, 2009 at 12:18 AM  

wah kisahNya sangat inspiratif...semoga menjadi lebih baik dengan membaca certita ini..
memang kadang kita kurang berpoikir jauh kedepan, seperti sebagian besar rakyat indonesia dan para pemimpinnya sekarang...he..he...
Makasih sob..
___________________________________
kifni41.co.cckifni42.co.cc

kifni said...
May 31, 2009 at 12:36 AM  

Mas Yudi, ceritanya dalem banget maknanya. :)

Ko postingannya gak masuk ke blog saya yah mas? padahal, saya sudah follow...???

anazkia said...
May 31, 2009 at 1:08 AM  

Nah begitulah mas perilaku orang memang berbada2. ada yang bisa berpikir cepat ada pula yang memang dari sononya sudah telat mikir.
Kalau memang tuh pembantunya pinter dan bisa berpikir cepat dalam artian gak meleset, mungkin tuh si pembantu sudah jadi majikan
bener gak? hehehe

edylaw said...
May 31, 2009 at 4:34 AM  

salut yah buat inspirasinya

shikamaruken said...
May 31, 2009 at 2:06 PM  

@to all friends : thanks banget... bener juga ya kata peribahasa...sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga...heheheh..tp aku gak pandai kok..
Tp yg jelas aku gak akan masuk ke lubang yang sama...waahh..
thanks semua atas dukungannya...

Yudie said...
May 31, 2009 at 5:37 PM  

Setuju nih, memang sebaiknya sebelum mengerjakan sesuatu kita siapkan baik2 agar nggak ada yang namanya dua kali kerja dan ngecek bolak balik.

Cafe said...
May 31, 2009 at 6:36 PM  

cerita yang inspiratif mas..
dimana kita perlu ketelitian dalam melakukan suatu pekerjaan.
tapi kalo terlalu teliti/perfect, repot juga ya mas?

May 31, 2009 at 8:30 PM  

@Cafe dan Pak Budi :
Memang segala pekerjaan haru dikerjakan dengan teliti dan cermat kalo kita ingin berhasil, tapi ya nobody perfect... gak orang yang sempurna...

Yudie said...
May 31, 2009 at 10:06 PM  

Bicara anak2 anjing ( R they talking about us? ). Gambarnya cantik2 & lucu, tapi kenapa anjing Indo galak2 ya?

donna510 said...
June 17, 2009 at 2:53 AM  

Post a Comment