BATIK-WORLD CULTURE HERITAGE
Friday, October 2, 2009
Hari ini, tanggal 2 Oktober di Abu Dhabi, UNESCO (United Nations Education, Scientific and Cultural Organization) mengukuhkan Batik sebagai Warisan Budaya dunia (World culture heritage) yang berasal dari Indonesia. Sebuah pengakuan yang menggembirakan dan membanggakan tentunya bagi kita sebagai bangsa Indonesia. Sebelumnya, UNESCO juga telah mengakui Keris dan Wayang sebagai warisan budaya berasal dari Indonesia.
Batik adalah sebuah symbol budaya yang kaya akan karya seni bernilai tinggi. Mempunyai corak dan warna yang menggambarkan asal dan adat istiadat daerah setempat. Dari warna dan coraknya inilah kita bisa mengetahui dari daerah mana batik itu berasal.
Tentu saja pengakuan Batik dari UNESCO ini disambut gembira oleh para pengerajin Batik Tanah air, dan diharapkan bisa mendongkrak angka penjualan dan kulitas dari Batik itu sendiri.
Di Solo bahkan telah merencanakan sebuah acara Kirab Batik yang seluruh peserta dan penontonnya diwajibkan mengenakan pakaian Batik, sehingga kota Solo akan menjadi lautan manusia berbusana Batik. Indah bukan ?
Hari ini di hampir semua perkantoran mengenakan busana Batik, tidak ketinggalan juga dikantor tempatku bekerja. Kami sepakat dengan seluruh kolega kami untuk bersama-sama mengenakan pakaian Batik pada hari yang sangat membahagiakan ini. Seperti tampak dalam foto.
Saat ini, model dan design dari busana Batik sudah beraneka ragam dan tidak kaku, dalam artian modelnya sudah mengikuti trend busana masa kini (tidak JADUL lagi). Hal inilah yang akan merangsang kaum muda Indonesia akan dengan leluasa dan pede mengenakan Batik. Seperti yang di lakukan oleh para model muda kota Semarang kemarin. Mereka memeragakan model pakaian masa kini bermotifkan Batik.
Semoga, dengan pengukuhan dari UNESCO ini, dan keikutsertaan kita terutama para generasi muda dalam mengenakan pakaian Batik, budaya yang bernilai tinggi ini akan tetap lestari. Dan tentu saja budaya yang berasal dari negeri tercinta Indonesia.
I LOVE BATIK INDONESIA
Sunday, September 13, 2009
"memakai batik pada kesempatan istimewa yang membahagiakan anda."
Istilah Batik berasal dari bahasa Jawa, Amba yang artinya menulis dan nitik.
Batik adalah seni kerajinan bernilai tinggi dan merupakan salah satu dari sekian banyak kebudayaan Indonesia. Pada masa lampau pekerjaan membatik ini banyak dikerjakan oleh para wanita, khususnya di Jawa. Pekerjaan ini membutuhkan ketelitian, ketelatenan dan tentu saja cita rasa seni yang tinggi. Pada awalnya pekerjaan membatik ini dilakukan dengan cara tradisional yaitu menggunakan canting sebagai alat menulisnya dan bahan malam (semacam lilin untuk membatik). Dengan teknik tradisional ini, selembar kain batik bisa dikerjakan selama 2 - 3 bulan.
Seiring dengan perkembangan teknologi, pekerjaan membatik banyak menggunakan peralatan modern, meskipun membatik secara tradisional masih tetap dikerjakan. Maka dikenalah dengan
istilah batik cap. Dengan peralatan yang lebih mudah ini, maka pekerjaan membatik bukan lagi menjadi milik kaum perempuan saja. Dan pekerjaan inipun menjadi lebih cepat dan hanya memakan waktu sekitar 2 - 3 hari saja.
Bermacam-macam corak dan pola batik saat ini yang kita kenal diantaranya batik Solo, Batik Yogyakarta, Batik Pekalongan, Batik Parangtritis, Batik Malaysia, dan lain-lain menjadikan batik lebih banyak dikenal luas, baik di Indonesia, Asia Tenggara bahkan dunia. Batik pertama kali diperkenalkan pada dunia oleh Presiden Soeharto pada saat menghadiri konferesi PBB.
Dan baru-baru ini UNESCO mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Dengan pengakuan ini tentu saja Batik akan lebih mudah diketahui asal-usulnya, yaitu Indonesia.
Tentu saja sebagai bangsa Indonesia bangga dengan kenyataan ini dan wajib menjaga dan melestarikannya. Dengan memakai batik pada kesempatan istimewa yang membahagiakan anda.
Saat ini tidak sedikit kantor-kantor instansi dan sekolah-sekolah yang sudah mengadopsi batik sebagai bagian dari pakaian seragam mereka.
Pada acara-acara resmi kenegaraan, resepsi pernikahan dan lain-lain batik bukanlah pakaian yang asing lagi untuk dikenakan, karena kebanyakan dari kita dengan bangga mengenakannya.
Bahkan (karena aku dapat award ini dari Mbak Elly yang berada di Palembang) tim Sepak bola Sriwijaya FC - Palembang pada musim kompetisi lalu (2008 - 2009) sudah berpromosi dengan mendesign kostum bercorak batik, seperti tampak gambar samping. (lihat bagian bahu dan lengannya bercorak batik)
Semoga dengan penghargaan dan pengakuan UNESCO ini menjadikan kita untuk lebih mencintai budaya Indonesia dan lebih mencintai produk-produk dalam negeri.
AKTE KELAHIRAN pentingkah ?
Tuesday, September 8, 2009
Akte Kelahiran, hanyalah selembar kerta yang menerangkan tempat/tanggal lahir seorang bayi dan juga menerangkan siapa orang tua si bayi. Sangat sederhana dan kelihatan gak penting. Mungkin bagi beberapa orang, selembar Akta Kelahiran amatlah tidak penting. Hal itu banyak kita jumpai didaerah-daerah terpencil yang masih susah sarana transportasinya jika harus pergi mengurus surat ini di Catatan Sipil. Apalagi bagi mereka yang tinggal di pulau-pulau kecil dan terpencil di wilayah Indonesia ini.
Namun ternyata hal ini banyak juga kita jumpai ditengah-tengah Ibukota negara kita Jakarta. Setidaknya itulah yang dilaporkan oleh www.irinnews.org. Mereka umumnya yang tidak mendaftarkan anaknya pada Kantor Catatan Sipil dikarenakan tidak mempunyai kemampuan untuk membayar biaya pembuatan akte. Mereka lebih mementingkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya daripada sekedar pembuatan akte kelahiran bagi anaknya yang baru lahir. Lebih baik dibelikan makanan bagi anak-anak daripada hanya untuk membuat akte kelahiran, demikian alasan mereka.
Menurut data dari UNICEF, 60% anak-anak Indonesia yang berumur dibawah 5 tahun belum mempunyai Akte Kelahiran. Hal ini mengakibatkan Indonesia berada pada ranking 20 terbawah dalam hal pencatatan resmi pada Kelahiran anak. Dan dari data tersebut, ternyata bukan hanya anak-anak dari kalangan yang kurang mampu saja yang tidak mempunyai akte kelahiran. Masyarakat yang mampu pun masih ada yang belum mempunyai kesadaran dan pengetahuan cukup tentang pentingnya mencatatkan kelahiran anak-anaknya pada Kantor Catatan Sipil setempat. Perlunya Pemerintahan dan Pemerintah Daerah setempat memberikan penyuluhan.
Saat ini Akte Kelahiran sangat penting dan diperlukan, khususnya bagi anak-anak yang akan mendaftar masuk sekolah. Banyak Sekolah-sekolah yang mensyaratkan bagi calon siswanya harus menyertakan akte kelahiran ini. Pun juga untuk melamar pekerjaan, khususnya pada instansi-instansi Pemerintahan adalah hal yang mutlak untuk menyertakannya.
Juga pada saat kita harus mengurus surat-surat penting lainnya semisal mendaftarkan pernikahan di KUA ataupun saat kita mengurus untuk mendapatkan passport.
Akte kelahiran juga berfungsi melindungi anak-anak dari eksploitasi tenaga kerja anak dan bahkan trafficking. Tanpa bukti sah yang menyebutkan tentang kewarganegaraan dan keterangan kelahiran sang anak, akan sangat sulit untuk melindungi hak-hak anak secara hukum dari pekerjaan penuh resiko, dalam kasus ini adalah trafficking, repatriasi akan sangat sulit.
Oleh karenanya beberapa hari yang lalu Dinas DUKCAPILl(Kependudukan dan Catatan Sipil) Jakarta Pusat memberikan layanan pengurusan Akte Kelahiran Gratis bagi warga Jakarta Pusat. Warga tidak dipungut biaya bagi pengurusan pencatatan kelahiran untuk mendapatkan akte kelahiran anaknya yang berumur kurang dari 60 hari.
Bagi mereka yang mencatatkan anaknya yang berumur lebih dari 60 hari dikenakan biaya Rp. 10.000. Dan bagi yang lebih dari 1 tahun tetap harus ada surat keputusan dari Pengadilan Negeri, demikian yang dilaporkan Pos Kota.
Jadi sudahkah anda dan putra-putri anda mempunyai Akte Kelahiran ?
*foto dari www.kependudukancapil.go.id
PAMRIH - tanya kenapa ?
Sunday, September 6, 2009
Gempa yang memporak porandakan Tasikmalaya dan sekitarnya beberapa hari lalu (02-09) sungguh membuat kesedihan mendalam bagi bangsa Indonesia, khususnya para keluarga korban. Puluhan orang tewas baik karena tertimpa bangunan runtuh maupun akibat tanah longsor. Dan bahkan puluhan orang belum ditemukan karena tertimbun tanah longsor. Ratusan warga mengungsi karena rumah tempat mereka tinggal sudah rata dengan tanah. Mereka tidur berjubel didalam tenda-tenda pengungsian. Dan para pengungsi inipun saat ini sudah mulai dijangkiti beberapa penyakit, baik penyakit kulit dan kebanyakan mereka mulai terserang ISPA.
Bantuanpun sudah berdatangan dari seluruh penjuru negeri, baik dari para relawan, LSM, organisasi, instansi maupun pribadi. Baik bantuan moral terlebih material yang memang sangat diperlukan oleh para pengungsi saat ini. Terutama makanan dan obat-obatan, selimut dan pakaian. Tidak sedikit pula organisasi yang menghimpun dana lewat rekening-rekening bank untuk disalurkan kepada para pengungsi/korban. Banyak juga perusahaan - perusahaan swasta yang datang langsung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuannya. Dan yang menggembirakan menurut kompas.com, Mendiknas juga sudah memutuskan bahwa biaya pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak akan ditanggung Pemerintah Pusat.
Tetapi anehnya, kemana perginya para parpol (Partai Politik) sekarang ya ?
Teman-teman pasti masih ingat ketika sebelumnya musibah juga menimpa warga disekitar ambrolnya tanggul Situ Gintung - Tangerang. Para Partai Politik berlomba-lomba membangun posko bantuan disekitar lokasi bencana. Baik Parpol besar maupun gurem gak ada yang mau ketinggalan. Semarak banget deh disekitar Situ Gintung dengan aneka warna bendera dan atribut parpol. Namun kontras banget situasinya dengan di sekitar lokasi gempa Tasikmalaya. Memang seh sudah ada 2 partai besar yang sudah mendirikan posko bantuan, dan salut buat 2 parpol ini dan semoga segera diikuti dan dicontoh oleh yang lainnya.
Memang saat ini sudah tidak ada lagi agenda politik seperti halnya pada saat peristiwa Situ Gintung lalu (27-03) terjadi, dimana kita saat itu akan menghadapi Pemilu legislatif dan juga Pilpres.. heheheheh... Membangun Posko bantuan jika ada maunya saja ternyata....Kampanye-kampanye juga ujungnya untuk menarik simpati rakyat pemilih bahwa partainya peduli akan nasib rakyat yang menderita... Atau mungkin parpol saat ini tidak punya dana untuk bikin posko bantuan Gempa Tasikmalaya ? Tanya kenapa ?
*foto diambil dari kompas.com
SOK BRITISH DEEEHHH....
Friday, August 28, 2009
Baru-baru ini mendapat forward-an email dari teman yang menggelitik. Sebenarnya bukan hal baru dan sering kita jumpai dijalanan ataupun ditempat-tempat umum. Namun memang masyarakat kita masih sok ke inggris - inggris-an, suka yang berbau barat dan asing. Kata-kata atau kalimat yang berbau Inggris sering digunakan meskipun salah penulisannya ataupun salah penempatannya.
Pernah suatu ketika berkunjung pada sebuah pabrik, seperti biasa ada papan penunjuk lokasi/area. Disitu ditulis FACKING AREA..... hahahhahahha... jangan ngeres yaaa.. (sayang gak ada fotonya..)
Maksudnya seehhh PACKING AREA, tapi kebiasaan (maaf) orang Sunda yang huruf "P" di baca "F" dan sebaliknya "F" dibaca "P".
Ini dia beberapa contoh dan foto yang dikirim temanku lewat email :
SEXDRESS ?? apaan yaa ?
DON'T TAUCH
SEKOND ?
KLATEN FRIED CHICKEN
PLY OPER
PANTAY
KETOFRAK
CONFERSE
TRANVER VIDIO, BRUN DVD/VCD
DON'T PAYMENT
FISTAFEL
THANGS, FISITING
END ??
ya sudahlah prens... ehh frens... halah kok ikutan latah neh...
ciao..ciao...
PULAU DIJUAL.. ??
Wednesday, August 26, 2009
Semakin gemes saja membaca berita-berita di koran maupun internet. Juga ulasan-ulasan di telivisi tentang pencurian kebudayaan dan seni negeri tercinta oleh negara lain. Pasti semua sudah tahu, kesenian dan kebudayaan asli Indonesia yang di klaim oleh negara tetangga kita yang membuat gerah dan mendidih darah rakyat Indonesia, terutama pelaku seni dan budaya Indonesia. Apa tindakan pemerintah Indonesia ? Belum yaaaa....
Belum selesai masalah kesenian dan budaya diatas...eeehhh muncul masalah baru lagi. 3 buah pulau di gugusan kepulauan Mentawai diberitakan dijual kepada pihak asing. Paling tidak demikian yang diberitakan oleh sebuah situs www.privateislandsonline.com dalam tajuk berjudul "Islands for Sale in Indonesia". Ketiga pulau tersebut adalah Pulau Makaroni, Pulau Siloinak, dan Pulau Kandui. Harga dari ketiga pulau itupun bervariasi, berkisar antara USD 4jt hingga USD 8jt tergantung luasnya. Ketiga pulau tersebut ditawarkan kepada pembeli sebagai tempat yang tepat dan nyaman untuk berselancar dan mengembangkan bisnis.
Tetapi berita tersebut dibantah oleh Gubernur Sumatera Barat. Kata-kata "jual" yang dimaksud adalah sebagai kata-kata promosi, demikian menurut laporan www.okezone.com. Masih menurut Gubernur, penjualan sebuah pulau bisa dilakukan hanya jika ada surat rekomendasi dari Bupati dan Gubernur yang diserahkan kepada Menteri. Jadi kalau ketiga pulau itu dijual pasti suratnya ada ditangan saya, demikian Bapak Gubernur. Jadi tidak semudah itu menjual pulau ke pihak asing. Gubernur juga mengakui, memang 2 pulau yaitu Pulau Makaroni dan Kandui dikontrak oleh warga asing dari warga pribumi, sedangkan Pulau Siloinak masih dalam sengketa antara warga pribumi dan warga asing dari Perancis.
Tak hayal, berita ini membuat panas telinga para anggota DPR yang dengan segera meminta Menteri Dalam Negeri untuk menindak lanjuti dengan meninjau langsung ke lapangan, untuk mengecek sejauh mana kegiatan disana. Apakah ada kegiatan orang asing disana ataukah hanya ulah orang iseng dan berita bohong saja di internet.
Berita tentang penjualan pulau ke pihak asing ini bukanlah peristiwa yang pertama di Indonesia. Di tahun 2001 sebuah pulau di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur diberitakan dijual kepada Warga Negara Asing. Oleh karenanya saat ini Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat - NTT melakukan penelusuran terhadap dokumen dan sertifikat kepemilikan tanah di Pulau Tatawa. Ada kemungkinan dan dugaan bahwa yang dijual kepada pihak asing tersebut bukanlah keseluruhan wilayah pulau, mungkin hanya sebidang tanah saja. Karena Pulau Tatawa termasuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo yang didalamnya terdapat savana (padang rumput) dan hutan rimba. Jadi penjualan pulau ini bisa dikategorikan pelanggaran hukum.
Sangat mengherankan, kenapa kita harus kebakaran jenggot, panik dan marah setelah semuanya terjadi? Saat aset-aset kekayaan kita telah diakui dan dimiliki oleh orang asing dan bangsa lain. Adakah upaya kita untuk melindungi teritorial negara termasuk wilayah atau batas negara, seni dan budaya ataupun hasil kerajinan asli putra-putri negeri ini?
Mari kita bersatu untuk menjaganya bersama....
TERBUWEL...
Tuesday, August 25, 2009


Semarak kibaran dwi warna
Semarak menyambut datangnya bulan yang suci
Kudatang kerumah sahabatku
Kudapatkan jamuan istimewa
Semarak kibaran dwi warna
Semarak menyambut datangnya bulan yang suci
Semarak pula perayaan ULTAH sahabatku
Dirumahnya yang indah
Semarak kibaran dwi warna
Semarak menyambut datangnya bulan yang suci
Aku datang kerumah sahabatku
Hanya doa dan harapan yang kuberikan
Semarak kibaran dwi warna
Semarak menyambut datangnya bulan yang suci
Semoga sahabatku Boss Buwel
Tercapai segala yang dicita-citakan
Semarak kibaran dwi warna
Semarak menyambut datangnya bulan yang suci
Aku ingin bertanya
Apakah maksud Terbuwel ?
Semarak kibaran dwi warna
Semarak menyambut datangnya bulan yang suci
Kiranya para sahabat yang membaca puisi aneh dan nyleneh ini
Memaklumi karena aku tidak tahu bagaimana bikin puisi yang indah...
Selamat Ulang Tahun Boss Buwel.... wish u all the best...
ONE TAG - award
Thursday, July 23, 2009
Setelah beberapa saat aku tinggalin dunia blog sejenak, ternyata aku dapat tag dari mamanya si cute Salma, Mbak Yani-Cinta Kimia. Dan Mbak Yani dapat tag dari salah satu sahabatku juga Donna di Singapore. Kali ini peernya harus menjawab pertanyaan hanya dalam 1 kata... wwooowww....
Aku coba deh, moga-moga bisa dan bener.
USING ONLY ONE WORD! It’s not as easy as you might think! Copy and change the answers to suit you and pass it on. It’s really hard to use only one-word answers. Be sure to tag the person who sent it to you..
1. Where is your cell phone? Table
2. Your hair? Short
3. Your mother? fine
4. Your father? passed away
5. Your favorite food? soup
6. Your dream last night? None
7. Your favorite drink? Water
8. Your dream/goal? happiness
9. What room you are in? Living
10. Your hobby? Soccer
11. Your fear? injury
12. Where do you want to be in 6 years? hometown
13. Where were you last night? Office
14. Something that you aren’t? sad
15. Muffins? hate
16. Wish list item? Few
17. Where you grew up? Lumajang
18. Last thing you did? bath
19. What are you wearing? T-Shirt
20. Your TV? News
21. Your pets? none
22. Friends? Lots
23. Your life? Happy
24. Your mood? Good
25. Missing someone? Sons
26. Car? Civic
27. Something you’re not wearing? choker
28. Your favorite store? book
29. Your favorite color? Blue
30. When is the last time you laughed? 5mnts
31. Last time you cried? no
32. Who will resend this? Friends
33. One place that I go to over and over? office
34. One person who emails me regularly? boss
35. My favorite place to eat? McD
wooowww... banyak banget yaaa....
Fun juga seh ngerjainnya. Jadi sekarang aku Tag lagi kepada para sahabat - sahabat :
Mbak Fanda, Bu Reni, Henny, Mas Franky dan mas Tukang Komen.
Having fun my friends...
TUGU KUJANG - BOGOR
Monday, July 20, 2009
Tugu Kujang di kota Bogor, pasti setiap orang sudah mengenalnya, terutama bagi warga Jawa Barat khususnya. Tugu ini terletak di Jalan Pajajaran didepan Botanical Square yang bersebelahan dengan kampus IPB, dan diujung jalan dari Kebun Raya Bogor. Tugu yang berdiri kokoh ini merupakan lambang bagi kota Bogor sebagaimana layaknya pada kota-kota lainnya di Indonesia. Tugu setinggi kira-kira 25 M ini dibangun pada 4 Mei 1982 diatas sebuah lahan seluas 26M x 23M dan diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp. 80jt.
(fotonya kurang jelas, diambil dengan kamera HP)
Nama Kujang sendiri diambil dari nama sebuah senjata pusaka tradisional etnis Sunda yang diyakini memiliki kekuatan gaib. Pusaka Kujang itu sendiri sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Pajajaran pada abad ke-14 Masehi, di masa pemerintahan Prabu Siliwangi.
Di masa lalu Kujang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Sunda karena fungsinya sebagai peralatan pertanian. Pernyataan ini tertera dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian (1518 M) maupun tradisi lisan yang berkembang di beberapa daerah diantaranya di daerah Rancah, Ciamis. Bukti yang memperkuat pernyataan bahwa kujang sebagai peralatan berladang masih dapat kita saksikan hingga saat ini pada masyarakat Baduy, Banten dan Pancer Pangawinan di Sukabumi.
Dengan perkembangan kemajuan, teknologi, budaya, sosial dan ekonomi masyarakat Sunda, Kujang pun mengalami perkembangan dan pergeseran bentuk, fungsi dan makna. Dari sebuah peralatan pertanian, kujang berkembang menjadi sebuah benda yang memiliki karakter tersendiri dan cenderung menjadi senjata yang bernilai simbolik dan sakral. Wujud baru kujang tersebut seperti yang kita kenal saat ini diperkirakan lahir antara abad 9 sampai abad 12.
Pusaka atau senjata tradisional bagi masayarakat Jawa Barat itu, kemudian oleh masyarakat di Kota Bogor dijadikan sebagai lambang Kota Bogor dan untuk mengenangnya kini pusaka kujang juga diabadikan di sebuah tugu yang kini kita kenal dengan nama Tugu Kujang. Adapun ornamen berupa pusaka kujang yang berdiri kokoh di atas Tugu Kujang tersebut sebetulnya memiliki berat -+800 kg, dengan tinggi pusaka mencapai 7 m. Untuk mempercantik penampilan pusaka itu, juga dilapisi dengan bahan stainless steel, tembaga dan bahan kuningan.
Tugu Kujang tidak pernah kesepian, karena terletak pada persimpangan jalan yang padat. Tapi sayang terkadang terlalu kumuh dilihat karena banyaknya angkutan umum (angkot) yang ngetem disekitar lokasi tugu meskipun sudah sering dihalau petugas. Semoga Pemkot Bogor bisa lebih memperhatikan perawatan tugu ini yang merupakan kebanggaan dari warga Bogor.
BERKAH PAGERANK dan AWARDS
Sunday, May 31, 2009
Beberapa hari ini berjalan – jalan ke blog para sahabat, ternyata sebagian besar pada syukuran karena mendapat hadiah PR dari Aa Gugel yang baik hati. Ada yang dapat PR1, PR2, PR3 dan seterusnya, intinya PR-nya pada naik kelas dah..heheheh… Blog-ku sendiri dapat PR1, syukur dah…blog yang jarang-jarang bikin posting ini dan umurnya juga blom seberapa udah dapat PR1. Sebenarnya aku juga kurang ngerti apa artinya PR, trus gimana cara merawat PR dan sebagainya.. template blog ini aja aku juga dapat dari nyomot sana-sini…hehehehe moga-moga yang bikin template berkenan…
Dan menurut beberapa sumber dari blog teman-teman, naiknya PR ini juga karena kegiatan silaturahmi atau yang kita sebut blogwalking, dan salah satunya juga acara bagi-bagi award. Bener gak seh? Aaahh... gak peduli deh. Bagiku, acara bagi-bagi award adalah kegiatan untuk mempererat tali persahabatan dan persaudaraan, dan saling menghargai diantara kita, para sahabat. Dan kali ini aku mendapatkan award dari para sahabatku yang baik hati...dan kebetulan kali ini semuanya cewek hehehehehe...
Award pertama aku trima tanggal 29 Mei lalu dari Mbak Henny yang pinter dan suka masak…seneng banget aku nrimanya...makasih banget mbak Henny...Pudding mangga fla-nya enak. Sudah gak sakit gigi lagi kan ?
Award kedua aku dapat dari sahabat baikku Mbak Fanda … hahahaha aku bener-bener surprise, ternyata banyak kesamaan hobby dan kegemaran antara aku dan mbak Fanda, sama-sama suka nonton balapan, terutama F1, dan ternyata mbak Fanda penggemar Phil Collins juga… kapan kira-kira si botak ini datang ke Indonesia lagi ya mbak ? Dan selamat buat Mbak Fanda untuk blog barunya Sungai Hidup...semoga makin ketagihan blogging..hihihihihh
Blogging for the Earth ? Karena bumi kita sudah semakin panas...Global Warming, maka kita sebagai penduduk bumi perlu ikut serta menjaga kelestarian dan keselamatan bumi ini. Tentu saja dimulai dari diri kita sendiri. Dan dengan lewat blogging kita diharapkan ikut turut serta berkampanye, mengajak sahabat-sahabat lainnya ikut menjaga bumi ini.. begitu Mbak Fanda ?
Dan pada hari minggu yang panas ini, kembali aku didinginkan oleh award yang kali ini datangnya dari Ibu yg kalem, Bu Reni…. Pripun kabare Madiun Bu? Lagi syukuran PR ato gimana neh Bu… heheheh…kidding…
Dan ketiga award ini aku akan bagikan lagi buat sahabat-sahabatku, dan tentu saja agar persahabatan kita semakin erat dan makin rajin blogging.
1) Mbak Elly-Newsoul, yang selalu menyapaku setiap pagi dan nemenin ngupi...jam 5.30...dduuhhh..aku blom bangun mbak, maklum masuk kantor jam 9 hehehe... Memang pagi rasanya blom komplit tanpa kopi ya Mbak... aku juga kurang semangat kerja kalo blom ngupi... Makasih Mbak Elly untuk kopinya...
2) Bunda Sarah, Bunda selalu menyapaku jam - jam istirahat kantor sekitar jam 12 - jam 1 an siang..sering ngingetin aku untuk makan siang. Makasih banget Bunda.
3) Mbak Yani... semangat terus ya Mbak...semoga cepet kelar deh berkas-berkasnya.. aku turut berdoa buat Mbak Yani.... salam buat si cute Salma...
4) Edylaw...woooww bro, artikelmu keren-keren... trik dan tips nya mantab....keep blogging yaaaa....
5) Dinoe ... Dabo Singkep blogger yang selalu memberikan tips seputar bahan-bahan disekitar kita untuk kesehatan.
6) Rizky.. hai Riz, gimana sekolahnya? masih sibuk ?
7) Franky dengan MARCHSYA blog nya, sahabat baruku yang sering menulis tentang trik blogging....
8) Renato dengan Wisata alam Danau Toba-nya, gimana kabarnya bro ? Udah balik ke Danau Toba ?
9) Boss Buwel, dengan blog Cikrik de Kick nya yang menggelitik.... heheheh...
10) Kang Tatang & Friends, selamat dan sukses atas PR dan ranking alexa nya yang menanjak Kang...sukses terusss...
Semoga sahabat berkenan menerima berkah tersebut sebagai tanda persahabatan kita semua.
Have Fun and happy blogging....
cheers..
Read More....
SUMBU PENDEK
Tuesday, May 26, 2009
Istilah yang dipakai untuk menggambarkan orang yang gampang sekali tersulut emosinya, gampang meledak amarahnya, temperamental, dsb. Heran juga, kenapa ya dijuluki atau diberi istilah Sumbu Pendek ?
Mungkin karena begitu gampangnya amarah meledak, maka diistilahkan seperti petasan yang mempunyai sumbu pendek, begitu disulut langsung meledak..hhmm..menarik.
Dan “Sumbu Pendek” ini sekarang telah menjadi suatu budaya, kebiasaan, attitude bangsa kita tercinta ini yang dulunya sangat dikenal dengan keramah tamahannya, sopan santun, teposeliro, musyawarah, gotong royong dan sebagainya. Hal kecil yang semestinya bisa dipecahkan bersama dengan kepala dingin dan berdiskusi malah menjadi ajang tarik urat leher, bentrok fisik dan anarkis. Sungguh menyedihkan.
Apakah yang sebenarnya terjadi?
Mungkin tatanan kehidupan sosial kita ini telah terjadi keretakan-keretakan, sehingga menimbulkan reaksi masyarakat yang bermacam-macam.
Menipisnya tingkat kesabaran masyarakat atau sebagian masyarakat seperti ini umumnya dipicu oleh kemiskinan. Memang kemiskinan tidak semerta-merta membuat seseorang menjadi jahat, tapi akan mudah memicu orang menjadi jahat. Kemiskinan akan mudah menggoda seseorang menjadi kalap, rapuh, putus asa, kehilangan harapan.
Jika seorang miskin tetapi memiliki kekuasaan, maka ia akan mudah tergoda untuk menyalahgunakan kewenangannya.
Jika seorang miskin tetapi memiliki keberanian, maka ia akan mudah tergoda untuk melakukan kejahatan.
Dan jika seseorang miskin dan tidak memiliki kekuasaan serta keberanian, maka ia akan mudah tergoda untuk bunuh diri – putus asa.
Masyarakat juga dengan mudahnya membakar seorang pencuri ayam, pencuri motor, pencopet, penjambret yang tertangkap hanya untuk menumpahkan kekesalan. Tanpa belas kasihan dan kemanusiaan mereka menghakimi sang penjahat, tanpa ampun. Sumbu pendek akhirnya menjadi penyebab terbunuhnya sang pencuri, penjambret ataupun pencopet tersebut sebelum diadili oleh yang berwenang, tragis...
Tetapi bagaimana dengan koruptor ? hehhe gak nyambung yaaaaa… ?
Atau, mudahnya timbul gesekan – gesekan diantara kelompok masyarakat seperti yang sering kita baca di koran-koran ataupun kita lihat tayangan di televisi. Bentrokan antar kampung yang penyebabnya hanyalah hal sepele, seperti senggolan ketika asik berjoget dangdut ataupun senggolan kendaraan dijalan. Gesekan yang awalnya ditimbulkan oleh 2 orang ini yang semestinya bisa diselesaikan dengan damai akhirnya merembet menjadi bentrokan 2 warga kampung….dduuuhhh…
Kalo membahas keributan dan anarkisme antar supporter sepakbola…aahhhh…bosan..udah sering terjadi dan benar-benar memalukan. Kalau mengutip umpatan Didier Drogba (Chelsea) “f…...g disgrace”.
Belum lagi pada kelompok yang edukatif seperti mahasiswa (sorry neh kawan-kawan mahasiswa…) yang notabene adalah calon pemimpin bangsa ini. Sudah menjadi rahasia umum dan sudah menjadi berita utama di media seringnya terjadi bentrokan antar mahasiswa yang diakibatkan oleh kesalahpahaman kecil. Sungguh sebenarnya adalah hal kecil yang mestinya bisa diselesaikan secara musyawarah, dibicarakan dengan baik-baik.
Bagaimana dengan PilPres mendatang?
Semoga para calon pemimpin bangsa ini bisa menjadi contoh yang baik bagi rakyat, berpolitik yang baik dan sehat. Memberi pendidikan politik yang bermutu pada rakyat. Dan bukannya memberi pendidikan saling menjelekkan. Dari 3 pasangan calon pemimpin semuanya saling serang, menambah panasnya suhu emosi dimasyarakat pendukung. Apakah akan menjadi pemimpin yang amanah kalo bisanya cuma mengompori rakyat yang sudah sumbu pendek ini ? Bingung deh jadinya akan milih pasangan mana… mending milih Tukul dan Budi Anduk aja kali yaaa bisa bikin ketawa… hihihihihhi…
Semoga pilpres-nya sukses dan aman sentosa, dan terpilih pasangan pemimpin yang amanah.
Oke deh kita kembali ke topik…
Mencoba menarik kesimpulan dari timbulnya budaya “Sumbu Pendek” ini pada masyarakat kita yang antara lain disebabkan oleh :
- Kemiskinan
Awal dari segala kejahatan selalu timbul dari hal yang satu ini. Orang akan gampang sekali terkikis imannya. Sangat urgen bagi pemimpin terpilih bangsa ini nantinya untuk segera mengentasnya.
- Pendidikan / Edukasi
Mutlak, perlunya pendidikan yang memadai, agar masyarakat terbebas dari kebodohan dan tentu saja akan membuka pikiran dan wawasan masyarakat sehingga tidak gampang menerima provokasi dari pihak - pihak lain yang tidak bertanggung jawab.
- Penguatan iman
Ini yang paling penting. Iman yang kuat tidak akan menggoyahkan kesabaran seseorang, sehingga dia akan mampu mengontrol emosi dan berpikir beribu kali sebelum berbuat hal yang merugikan orang lain
Kewajiban kita semua untuk bertanggung jawab pada pendidikan iman, terutama bagi anak cucu kita dan orang – orang terdekat disekeliling kita.
Ada tambahan? monggo...
Terakhir, salam damai blogger… peace..!!
THE ADVENTURE - RAFTING
Tuesday, May 12, 2009
Jalan-jalan kami kali ini sedikit mencari tantangan. Tadinya kami berencana hanya untuk beberapa orang saja, sekitar 10an oranglah. Tetapi ternyata antusiasme peserta cukup tinggi, dan tidak hanya datang dari kantor kami saja. Dan akhirnya terdaftarlah sekitar 41 orang peserta. Kali ini kami berhasil mengajak para expatriates yang bekerja di kantor kami sebagai designer dan technician.
Dengan 41 peserta, kami mendapat diskon 25% + 5% dari penyelenggara, dalam hal ini Cherokee , karena pada bulan April s/d Juni ini mereka menyelenggarakan THE BEST TRIP program yang memberikan diskon untuk peserta diatas 30 orang. Jadi buruan kalau berminat...
Kami berangkat pagi hari dari Cibinong, (sayang sekali Kang Tatang gak jadi ikutan) dengan menggunakan 8 mobil beriringan. Dari awal pemberangkatan, kami sudah mengalami beberapa masalah. Mobil dari salah satu teman kami ditabrak bis ketika baru keluar dari SPBU di Sentul-Bogor. Setelah berunding sebentar dengan sopir bis tersebut untuk memperbaiki sedikit kerusakan dibagian samping, maka kami melanjutkan perjalanan. Setelah kami masuk gerbang tol Sentul, ternyata salah satu mobil ditabrak lagi dijalan tol Jagorawi, dan kali ini sedikit terjadi ketegangan dan keributan. Tetapi syukurlah kembali hal ini bisa diselesaikan dengan damai, dan kami bisa melanjutkan perjalanan dengan 2 mobil dalam keadaan penyok…hihihiihh….
Seperti biasa pada setiap akhir pekan di jalan tol Jagorawi, kamipun juga dihadang kemacetan panjang menjelang pintu keluar tol Ciawi. Kemacetan sebetulnya ada pada jalur kearah Puncak, namun berimbas pada jalur kearah Sukabumi dimana kami akan menuju. Lepas dari jalur Ciawi, perjalanan kamipun lancar, kecuali sedikit tersendat didaerah pasar Cibadak (ini mah biasa…).
Jam 12.00 siang, kami tiba di meeting point Cherokee didesa Bojongkerta. Kami segera menuju ke petugas untuk menanyakan jadwal kami. Ternyata untuk jadwal pertama pada pagi hari sampai kami datang belum sampai di finish point, maka kami harus menunggu lagi sekitar 1 jam. Waktu 1 jam ini kami pergunakan untuk mulai membangun kekompakan pada setiap peserta, juga kami pergunakan untuk mengisi perut dulu yg tentu saja juga sudah disediakan oleh penyelenggara, karena kami sadar betul beratnya medan arus sungai yang akan kami hadapai. Ditunjang lagi dengan cuaca yang mendung menambah rasa penasaran kami untuk segera mencebur ke sungai.
mejeng dulu sambil ngisi perut
Tibalah saat yang kami tunggu, kami bergerak kearah sungai Citatih untuk memulai arung jeram/rafting yang berjarak sekitar 13 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Dengan karakter arus dan jeram yang ada, kami menempuh arungan pada grade 3+, artinya mengarungi sungai yg mempunyai karakter Big, Noisy, and Complex with rocks, currents an turns. Difficulty – beyond the competends dan lain-lain dahhh…
Setelah memasang perlengkapan keamanan seperti helm dan pelampung, dan juga mempersiapkan dayung bagi para peserta, kami sedikit diberi briefing oleh pemandu kami sebelum menaiki boat. Ini bertujuan untuk safety dan rescue bila terjadi sesuatu ditengah jeram dan arus sungai yg deras. Dan tentu saja para skipper / guide yang sangat professional ini menekankan pada pentingnya safety dan kerjasama tim.
Jam 2 siang, kami semua sudah naik ke boat masing-masing, 1 boat diisi oleh 6 s/d 7 orang termasuk skipper. Skipper inilah yang selalu memberikan aba-aba pada kita tentang apa yang harus kami lakukan dalam mengarungi derasnya arus sungai. Sebelum benar-benar mengarungi arus, kami beberapa saat maju mundur dulu sambil mempraktekkan apa yang telah diajarkan oleh para skipper. Setelah semua siap, maka arung jeram dimulai.
Awalnya ngeri juga setelah tahu ternyata di boat-ku cuma aku dan skipper yang bisa berenang..selebihnya 5 orang lagi yang kebetulan cewek sama sekali tidak bisa berenang. Waahh… aku berpikir keras mencari akal agar mereka berlima tidak merasa ngeri, takut dan panic. Aku membuat aturan diatas boat, bahwa setelah kami mengarungi tiap tiap jeram, kami harus mengangkat dayung sambil berteriak dan ini dilakukan oleh 7 orang diatas boat termasuk skipper. Ternyata jurus ini ampuh untuk menghilangkan ketegangan mereka, malahan sekarang mereka ketagihan untuk ikutan rafting lagi..hehehehe.. sabar yaaa…ntar diatur lagi..
Ternyata pemandangan disepanjang aliran sungai Citatih ini sungguh bagus dan indah. Tidak hanya batu-batuan besar dan kecil ditengah sepanjang arus sungai yang deras, tetapi dikanan kiri pinggiran sungai juga terdapat tebing-tebing dan kebun-kebun penduduk yang enak dilihat. Dan juga suara kicau burung saat kami melintas disekitar perkebunan karet dipinggir sungai. Ditambah lagi pada saat ditengah sungai, hujan turun dengan lebatnya disertai sedikit petir, menambah indahnya pemandangan (sayang tidak bisa diambil fotonya, karena semuanya kami tinggalkan di locker).
Sedangkan untuk arung jeramnya sendiri memang benar-benar menantang. Kami melewati beberapa jeram yang lumayan cukup dalam dengan batu-batuan besar dikanan kiri mengelilingi kami. Ada beberapa jeram yang dalamnya mencapai sekitar 2 meter dengan arus yang sangat deras. Benar-benar dibutuhkan konsentrasi, kerjasama tim dan keseimbangan dalam boat agar tidak terbalik. Pasti akibatnya akan sangat berbahaya jika boat terbalik diantara batu-batuan tersebut. Ada beberapa boat yang terbalik saat itu, dan 1 orang cedera pada kakinya dan mendapat perawatan dari para anggota tim Rescue. Dialiran sungai ini juga beberapa plat (aliran sungai yang tenang) dengan kedalaman sekitar 4 meter. Disinilah kami menyempatkan diri mencebur untuk berenang bersama dan menjadikan sebagai rest point untuk sekedar makan makanan ringan yang disediakan Cherokee dan bercengkrama dengan para peserta lainnya. Sungguh merupakan unforgettable moment buat kami semua. Disini terungkap bahwa dari 41 orang peserta rombongan kami, cuma beberapa orang saja yang pernah mengikuti acara rafting termasuk saya, selebihnya merupakan pengalaman pertama bagi mereka. Aahh…kalian benar-benar teman yang pemberani guys…!!
Rest point-mejeng lagiii...
Jam 5 sore, kami tiba di finish point dengan basah kuyub tentu saja, dan dengan perasaan fresh juga lega karena berhasil menaklukkan tantangan yang telah diberikan oleh penyelenggara. Kami segera membersihkan diri dang anti pakaian, makan malam yang telah disediakan dan juga pijat gratis.
Pelajaran yang dapat aku ambil dari perjalananku kali ini adalah:
- Kerjasama mutlak diperlukan dalam melakukan setiap pekerjaan, tidak perduli apa dan siapapun dan dalam keadaan yang bagaimanapun. Karena tanpa kerjasama mustahil kita dapat melakukan suatu pekerjaan dengan sempurna.
- Setiap orang pasti mempunyai semangat dan keberanian untuk melakukan sesuatu, pada suatu hal yang berbahaya sekalipun. Keberanian dan semangat ini akan muncul bila ada yang mengasahnya dan berani terjun didalamnya secara langsung.
- Mensyukuri karunia Tuhan, yang telah mencipatakan keindahan alam yang bisa kita nikamti dibumi Indonesia tercinta ini.
- Ketagihan pengen rafting lagii…hehehehee..





